Christyanto, Gregorius Aldi (2023) Konsep arsitektur Wastu Citra menurut Mangunwijaya dalam perspektif filsafat kebudayaan. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.
![]() |
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (3MB) |
![]() |
Text (BAB 1)
BAB I.pdf Download (3MB) |
![]() |
Text (BAB 2)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (921kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB 3)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (725kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB 5)
BAB V.pdf Download (637kB) |
Abstract
Manusia adalah makhluk yang unik. Berbeda dengan hewan, manusia memiliki akal budi dan kehendak yang memberikan kemampuan untuk memenuhi kehidupannya sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan tempat tinggal. Kebutuhan tersebut, menghasilkan kebudayaan dalam peradaban manusia, yang kemudian berkembang menjadi sebuah ilmu yang disebut sebagai ilmu arsitektur. Ilmu arsitektur berusaha untuk mengembangkan kebutuhan dasar manusia akan tempat tinggal. Setiap zaman memiliki gaya yang berbeda tentang arsitektur. Dalam berbagai kebudayaan, bangunan-bangunan menjadi suatu bentuk penghayatan akan nilai-nilai yang dihidupi oleh suatu komunitas masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak bangunan yang kehilangan keunikannya karena hanya sekedar meniru tanpa melihat nilai yang dihidupi dari kebudayaan yang menghasilkan bangunan tersebut. Konsep Wastu Citra adalah pemikiran Mangunwijaya tentang arsitektur. Konsep Wastu Citra berusaha untuk menjelaskan bahwa setiap bangunan adalah citra manusia yang menciptakan dan menggunakannya. Citra menjadi roh dalam sebuah bangunan, yang memberikan makna terdalam tentang sebuah bangunan. Wastu Citra menjadi salah satu upaya Mangunwijaya untuk menghargai kemanusiaan secara utuh. Dengan menerapkan konsep Wastu Citra, setiap manusia diajak untuk memiliki kesadaran dalam mewujudkan sebuah bangunan yang bersumber dari diri manusia yang terdalam. Skripsi ini bertujuan untuk melihat konsep Wastu Citra dalam perspektif Filsafat Kebudayaan. Karya arsitektural adalah hasil dari kebudayaan manusia. Sebagai hasil dari kebudayaan manusia, memahami karya arsitektur perlu dilihat dari sisi Filsafat Kebudayaan. Oleh karena itu, dengan memahami konsep Wastu Citra, tulisan ini menggunakan pola Filsafat Kebudayaan sebagai kritik kebudayaan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian historis faktual mengenai tokoh. Penulis akan menjelaskan konsep arsitektur Wastu Citra yang dikemukakan oleh Mangunwijaya dalam beberapa tulisannya. Analisis Filsafat Kebudayaan sebagai kritik kebudayaan dengan menggunakan sumber buku Filsafat Kebudayaan: Proses Realisasi Manusia yang ditulis oleh Budiono Kusumohamidjojo. Berdasarkan hasil penelitian, Wastu Citra adalah konsep arsitektur yang tidak hanya sekedar memperjuangkan sisi fungsional dan estetis saja, tetapi lebih berusaha mewujudkan sebuah bangunan yang menampilkan kepribadian dan jati diri manusia yang menciptakan dan menggunakannya. Karya arsitektur adalah usaha untuk menaruh jiwa manusia pada sebuah bangunan sebagai sarana untuk semakin memanusiakan manusia. Melalui karya arsitektural, manusia dapat menunjukkan eksistensinya sebagai manusia menjadi lebih manusiawi lagi.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Department: | S1 - Filsafat |
Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Trinarso, Agustinus Pratisto NIDN0175027002 thenprasta@yahoo.co.id |
Uncontrolled Keywords: | Arsitektur, bangunan, kebudayaan, citra, Mangunwijaya, manusia, alam, ilmu, filsafat, arsitek, dan kritik. |
Subjects: | Philosophy |
Divisions: | Faculty of Philosophy |
Depositing User: | Gregorius Aldi Christyanto |
Date Deposited: | 26 Jun 2023 05:25 |
Last Modified: | 26 Jun 2023 05:25 |
URI: | https://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/35230 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |