Cahyono, Ratna Tri (2020) Relasi sosial menurut pemikiran Ki Ageng Suryomentaram. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University of Surabaya.
Preview |
Text (ABSTRAK)
1. ABSTRAK.pdf Download (498kB) | Preview |
Preview |
Text (BAB 1)
2. BAB 1.pdf Download (209kB) | Preview |
Text (BAB 2)
3. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (231kB) | Request a copy |
|
Text (BAB 3)
4. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (378kB) | Request a copy |
|
Text (BAB 4)
5. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (316kB) | Request a copy |
|
Preview |
Text (BAB 5)
6. BAB 5 dan Daftar Pustaka.pdf Download (293kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini ditulis sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi dewasa ini, bahwa perjumpaan fisik telah mengalami penurunan. Selain itu masyarakat juga dihadapkan oleh beberapa macam pemahaman mengenai relasi sosial. Pemikiran Suryomentaram dipilih, karena pemikirannya tentang relasi sosial menghendaki adanya perjumpaan fisik atau perjumpaan secara langsung. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah studi pustaka. Dalam skripsi ini, pemikiran Suryomentaram akan dibandingkan dengan beberapa pemikir atau filsuf lainnya, yang memikirkan tentang konsep relasi sosial. Skripsi ini ditulis dengan tujuan untuk memperdalam mengenai relasi sosial manusia dalam pandangan Suryomentaram. Kedua, skripsi ini ditulis untuk merelevansikan pemikiran Suryomentaram tentang relasi sosial dalam kehidupan sosial masyarakat sekarang ini. Relasi sosial menurut Suryomentaram adalah hubungan antar manusia yang didasari oleh kodratnya sebagai makhluk sosial dan rasional, dimana manusia dengan rasionalitasnya menyadari bahwa dirinya tidak dapat mencukupkan kebutuhannya sendiri. Dalam rangka memenuhi kebutuhannya dan demi kelangsungan hidupnya, maka manusia mengadakan kerjasama dengan manusia yang lain. Tindakan manusia yang menjalin kerjasama ini disebut dengan tindakan “gotong royong” atau “kemasyarakatan”. Oleh sebab itu, apabila seseorang menyadari bahwa kelangsungan hidupnya tergantung pada masyarakat, maka ketika ia mengganggu orang lain, berarti ia juga mengganggu masyarakat. Ketika seseorang mengganggu masyarakat, maka ia akan mengganggu dirinya sendiri. Menurut Suryomentaram ketika seseorang mengganggu orang lain, maka ia akan mengganggu diri-sendiri. Dengan kata lain, menurut Suryomentaram ketika seseorang mengenakkan orang lain, maka ia akan mengenakkan dirinya sendiri. Relevansi pemikiran Suryomentaram dalam hidup sehari-hari adalah menyadarkan kembali masyarakat dewasa ini terutama anak-anak muda pentingnya perjumpaan fisik satu sama lain dan sikap saling tolong-menolong dengan sesamanya. Selain itu manfaat yang dapat diperoleh dari pemikiran Suryomentaram adalah dengan membangun relasi sosial seseorang dapat mengembangkan dirinya sendiri.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Department: | S1 - Filsafat |
Contributors: | Contribution Contributors NIDN / NIDK Email Thesis advisor Trinarso, Agustinus Pratisto NIK132110710 thenprasta@yahoo.co.id |
Uncontrolled Keywords: | Gotong royong, rasa sama, ukuran keempat, jiwa persatuan, masyarakat. |
Subjects: | Philosophy |
Divisions: | Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program |
Depositing User: | Ratna Tri Cahyono |
Date Deposited: | 09 Jul 2020 10:05 |
Last Modified: | 09 Jul 2020 10:05 |
URI: | https://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/22164 |
Actions (login required)
View Item |